Selasa, 17 April 2018

Cak left a message for you

 
 

Cak Santoso sent you a message!

 
Check out your message ➔
 

You can immediately reply via chat.

 

Rabu, 11 April 2018

Cak left a message for you

 
 

Cak Santoso sent you a message!

 
Check out your message ➔
 

You can immediately reply via chat.

 

Selasa, 03 April 2018

Cak left a message for you

 
 

Cak Santoso sent you a message!

 
Check out your message ➔
 

You can immediately reply via chat.

 

Selasa, 26 Januari 2010

Manajemen Konten Situs Pemerintah Daerah

Bagaimana seharusnya manajemen konten situs daerah ? Ini adalah sebuah pertanyaan yang mesti terngiang tatkala sebuah situs dibangun. Dan hampir disemua daerah mempunyai konten situs yang hampir sama. Profil kota dan kabupaten. Isinya seputar visi misi daerah, daftar  departemen beserta tupoksinya. Serta penjelasan ringkas profil daerah itu seperti kontur, sejarah dan lainnya.

Rata-rata informasi yang ada disana mungkin bermanfaat bagi pelajar yang mengambil pelajaran geografi dan IPS, namun bagi kebanyakan orang kebanyakan isinya tak penting. Buat apa terlalu menonjolkan visi misi, tupoksi, itu adalah bahasa sastra untuk mereka-mereka petugas pemerintah. Kami tak butuh informasi seperti itu.

Informasi bagaimana mengurus KTP, Akte kelahiran, perijinan, berbagai produk daerah nampaknya hal yang lebih dibutuhkan masyarakat namun hal seperti itu jarang ditonjolkan.

Tentang peta situs, ada baiknya kita belajar dari pemerintah singapura di http://www.gov.sg

Di situs itu isi sebuah situs bukan mengacu pada menginformasikan diriku (pemerintah)  tapi apa yang dibutuhkan pengguna terhadap pemerintah.

Disana Situs dibagi menjadi menu utama yang merupakan kategori dari pengguna :
  1. Government berisi informasi tentang pemerintahan
  2. Citizens and Residens  berisi tentang fasilitas dan kebutuhan warga seperti keamanan, rekreasi, olahraga, transportasi, perumahan, kesehatan, dsb
  3. Business berisi tentang perijinan bisnis, potensi daerah, dan berbagai macam informasi bahan baku dan industri penunjang.  
  4. Non Residens berisi panduan tentang bagaimana bekerja, belajar, berbisnis , dan menjadi penduduk di sana.
Jika anda mempunyai keinginan untuk mempelajarinya lebih lanjut silahkan mengunjungi situs pemerintah singapura dan pelajari bagaimana dia membuat situs government.

Ya benar, singapura memang bukan sebuah kota, dia sebuah negara namun kalau kita lihat karena luasnya yang kecil maka kebanyakan konten dan aplikasi situsnya mengarah pada pelayanan kota.


Kamis, 10 Desember 2009

Menuju E-Government 2.0

Sevagaimana di lansir detik.com Pemerintah Australia mendorong penggunaan situs jejaring sosial bagi institusi pelayanan publik. Ini menyusul setelah pemerintahan Inggris membuat panduan penggunaan Twitter bagi pemerintahan. Mereka sudah menghampiri masyarakat bukan lagi harus masyarakat yang mendatangi mereka.

Investasi dalam egovernment seperti yang digunakan mereka sebenarnya tak membutuhkan banyak biaya untuk pengadaan server, aplikasi dan sebagainya, karena mereka tiinggal memanfaatkan fasilitas gratis yang ada.

Namun selain kebijakan pimpinan, investasi yang tak bisa dibantah adalah SDM. Diperlukan SDM yang inovatif dan mempunyai wawasan luas untuk menangani masalah ini.

Dalam soal ini yang paling penting adalah bagaimana melakukan rekrutment tenaga PNS IT yang lebih baik. Bukan hanya dengan test tulis sebagaimana yang kita saksikan sekarang, namun harus bisa mempresentasikan bagaimana dia bisa mengembangkan IT bagi government tempat dia bertugas.

Minggu, 18 Oktober 2009

Konten Sebelum Lainnya

Dalam membuat situs, sering orang menomorsatukan desain, nama domain dan sebagainya. Dan biasanya disinilah sebab mengapa sebuah situs web tidak segera bisa dionlinekan.

Mengutak utik desain yang pas dengan selera itu butuh waktu yang lama, apalagi kalau dilakukan dengan benar, dan desain yang bagus memang menarik minat peselancar di web. Namun yang sering keliru  adalah menomorsatukan desain, karena meskipun desain yang bagus menarik minat orang untuk berkunjung namun sesungguhnya alasan utama orang berkunjung ke sebuah web adalah konten, atau isi web.

Jadi jangans ampai karena merasa belum bisa membuat desain yang baik lantas sebuah situs tidak dionlinekan sama sekali. Perbaiki saja desain sambil jalan.

Yang perlu disiapkan pengorganisasian pengisi konten. Siapa wartawan dan editornya.

Termasuk, saya tetap mendukung penggunakan blog bebas (free blog) bagi beberapa SKPD untuk mempublikasikan informasinya ke ranah publik karena keterbatasan yang mereka miliki.

Menurut saya yang penting kontennya dulu, tentang yang lain-lainnya disempurnakan sambil jalan. Setuju ?

Selasa, 06 Oktober 2009

Wordpress Untuk Portal Government, Mengapa Tidak ?

Dulu, untuk membuat portal, maka diperlukan sumber daya besar. Designer, programmer yang harus menguasai berbagai tools dan bahasa pemrograman. Atau, orang membeli Content Management System dengan biaya yang mahal.

Sekarang lain. Pilihannya membuat sendiri atau menggunakan engine yang sudah ada yang dirilis secara gratis dan openspurces. Meskipun sudah ada engine opensources bukan berarti penggunaannya bisa dilakukan sama sekali. Sekedar online dengan tampilan defaultnya sudah bisa, namun jika anda menginginkan kustomisasi tertentu maka  tetap harus mengeluarkan biaya meskipun tidak semahal jika melakukan development dari awal.

Banyak sekali engine portal bebas yang bisa digunakan seperti :

  1. Drupal
  2. Mambo / Joomla
  3. PostNuke
  4. Wordpress

dan masih banyak lagi. Namun saya tetap menyukai engine Wordpress. Memang banyak orang tidak yakin menggunakan Wordpress sebagai engine portal. Bukankah Wordpress adalah engine blog ? Benar Wordpress adalah engine blog, namun kalau anda lihat dari sudut engine, apa yang membedakan antara blog, portal, web ? Tidak ada. Kita bisa saja menggunakan mesin wordpress sebagai engine portal goverment.

Sebagai sebuah Content Management Wordpress ibarat buku kosong yang tinggal menulisi. Keunggulan yang dimiliki Wordpress antara lain :

  1. Kode Terbuka (opensources) sehingga kita bisa melakukan modifikasi terhadap kode situs
  2. Dokumentasi yang Lengkap.
  3. Mempunyai dukungan yang luas
  4. Membunyai amat banyak plugin yang tinggal pakai.
  5. Template yang amat banyak.
  6. Template paling mudah di kustomisasi
  7. Dukungan Free Template dengan teknik pengkodean web 2.0
  8. Search Engine Friendly.
  9. Sederhana 

Jadi bagi anda yang berada pada goverment yang minim anggaran, jangan patah arang. Gunakan Wordpress sebagai basis engine anda.